Selasa, 08 Maret 2022

Saya kelabuhi pasien dengan Energi baterai


Perdukunan penuh dengan kebohongan? Itulah pengalaman hidup yang dijalani Ipon, seorang dukun yang kini telah bertaubat. Dengan berbagai trik, ia mengelabui pasien dan murid-muridnya. Apa yang dilakukan Ipon bisa jadi dilakukan oleh dukun-dukun yang lain. Karena itu, waspadalah dan jangan hiraukan mereka. Bila tidak ingin dikelabuhi. Ipon menuturkan kisah masa lalunya kepada Majalah Ghaib di Cirebon.

Saya terlahir sebagai manusia biasa dengan bakat melukis. Satu hal yang telah saya geluti sejak remaja. Aktifitas ini menuntut sebuah kemampuan lebih karena mobilitas saya yang terbilang tinggi, berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menggelar pameran atau sekadar menggali ide. Dari sini, mulai terbetik sebuah ide untuk belajar ilmu kesaktian.

Saya ingin memiliki kemampuan lebih, memiliki sesuatu yang bisa saya banggakan di depan teman-teman. Cita-cita itulah yang mengantarkan saya untuk belajar ilmu kebal. Kebetulan, ada orang pintar yang cukup terkenal di tempat saya. Sebut saja namanya Ki Lintar. Kepadanyalah saya menggantungkan harapan.

Untuk menguasai ilmu kebal saya menjalankan puasa mutih 40 hari. Di hari yang keempat puluh, saya hanya minum seteguk air putih. Keesokan harinya saya diuji langsung oleh Ki Lintar. Pagi itu, hanya kami berdua di ruangan perguruannya. Saya melakukan sedikit pemanasan, sementara Ki Lintar telah siap dengan sebongkah batu bata di tangan. Setelah dirasa cukup Ki Lintar melangkah mendekat. Batu bata itu pun hancur terbentur kepala saya. Tidak ada luka. Tidak ada darah.

Untuk sementara, saya berhasil menjadi orang sakti seperti yang saya inginkan. Apapun permintaan Ki Lintar selalu saya kabulkan. Memang, sejak itu Ki Lintar sering meminta uang kepada saya dengan berbagai alasan. Sejatinya uang itu tidak terkait dengan iuran perguruan. Namun, saya tidak bisa berkutik, meski saya sendiri bukanlah dari golongan orang berada yang memiliki banyak uang. Kedudukan saya sebagai murid membuat saya tidak kuasa menolak.

Selasa, 14 Desember 2021

Do’a Rasulullah untuk Kesembuhan Sakit

 

رَبَّنَا اللَّهُ الَّذِيْ فِي السَّمَاءِ، تَقَدَّسَ اسْمُكَ. أَمْرُكَ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ. كَمَا رَحْمَتُكَ فِي السَّمَاءِ، فَاجْعَلْ رَحْمَتَكَ فِي الْأَرْضِ. اغْفِرْ لَنَا حُوْبَنَا وَخَطَايَانَا. أَنْتَ رَبُّ الطَّيِّبِينَ، أَنْزِلْ رَحْمَةً مِنْ رَحْمَتِكَ، وَشِفَاءً مِنْ شِفَائِكَ عَلَى هَذَا الْوَجَعِ.

 

(Robbanalloohul ladzii fis samaa, taqodasasmuk. Amruka fis samaai wal ardh. Kamaa rohmatuka fis samaa’, faj’al rohmataka fil ardh. Ighfir lanaa huubanaa wa khothooyaanaa. Anta robbut thoyyibiin, anzil rohmatan min rohmatik, wa syifaa-an min syifaa-ika ‘alaa haadzal waja’)

 

“Wahai Tuhan kami, Allah yang berada di langit. Maha Suci nama-Mu, urusan-Mu di langit dan di bumi. Sebagaimana rahmat-Mu ada di langit, maka jadikanlah rahmat-Mu di bumi juga. Ampunilah dosa dan kesalahan kami. Engkau Pemelihara orang-orang yang baik, maka turunkanlah sebagian dari rahmat-Mu, dan turnkanlah sebagaian dari kesembuhan-Mu atas penyakit ini”

 

عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ –رضي الله عنه- قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَقُوْلُ: مَنِ اشْتَكَى مِنْكُمْ شَيْئًا، أَوِ اشْتَكَاهُ أَخٌ لَهُ، فَلْيَقُلْ: رَبَّنَا اللَّهُ الَّذِيْ فِي السَّمَاءِ، تَقَدَّسَ اسْمُكَ. أَمْرُكَ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ. كَمَا رَحْمَتُكَ فِي السَّمَاءِ، فَاجْعَلْ رَحْمَتَكَ فِي الْأَرْضِ. اغْفِرْ لَنَا حُوْبَنَا وَخَطَايَانَا. أَنْتَ رَبُّ الطَّيِّبِينَ، أَنْزِلْ رَحْمَةً مِنْ رَحْمَتِكَ، وَشِفَاءً مِنْ شِفَائِكَ عَلَى هَذَا الْوَجَعِ. فَيَبْرَأَ. (رواه أبو داود)

 

Abu Darda’ berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Apabila di antara kalian merasa sakit, atau didatangi saudaranya yang merasa sakit, maka berdo’alah; ‘Wahai Tuhan kami, Allah yang berada di langit. Maha Suci nama-Mu, urusan-Mu di langit dan di bumi. Sebagaimana rahmat-Mu ada di langit, maka jadikanlah rahmat-Mu di bumi juga. Ampunilah dosa dan kesalahan kami. Engkau Pemelihara orang-orang yang baik, maka turunkanlah sebagian dari rahmat-Mu, dan turnkanlah sebagaian dari kesembuhan-Mu atas penyakit ini’, niscaya ia akan sembuh’.” (HR. Abu Daud, no. 3394). 

Senin, 26 Juli 2021

Mengobati dengan Bisikan-Bisikan Jin

 

Sulis dengan “kelebihannya” bisa mengobati orang dengan hanya sekedar menjalankan bisikan dalam hatinya atau bisa menebak pencuri dengan foto, hanya sebuah kasus. Tetapi kasus ini sebenarnya mewakili banyak orang di negeri ini.

Kemampuan yang dimiliki Sulis oleh kebanyakan masyarakat kita dimaknai sebagai anugerah dari tuhan, dianggap orang yang linuwih. Intinya, manusia pilihan yang dipilih dari sekian banyak manusia. Itulah sebabnya masyarakat kita merasa biasa saja mendatangi orang seperti Sulis untuk menyelesaikan masalahnya. Apalagi jika orang sedang panik, kehilangan benda berharga umpanya. Dengan tergopoh-gopoh, biasanya mencari orang pintar agar bisa mengetahui pencurinya dengan harapan barangnya bisa kembali. Atau orang yang sudah didera penyakit yang tak kunjung sembuh dengan berbagai obat kedokteran dan ramuan tradisional. Orang pintar seperti Sulis seringkali menjadi ujung dari pengharapan untuk sembuh.

Ternyata, kelebihan yang dimiliki Sulis berasal dari jin. Sehingga masalahnya menjadi sangat terang. Terang bagi siapa saja yang merasa bisa mengobati dengan bisikan-bisikan, bahwa itu usaha jin untuk menyesatkan manusia. Dan terang bagi mereka yang datang untuk meminta bantuan kepada orang seperti itu, karena meminta bantuan kepada jin adalah kesesatan.  

Tetapi banyak yang tidak tahu bahwa itu adalah bisikan jin. Yang lebih parah lagi kesesatan itu dianggap sebagai karamah. Ini juga yang dirasakan oleh Sulis. Pada awalnya, dia pun merasa bahwa semua kelebihan itu dianggap biasa. Kalaupun terjadi dialog dalam hatinya, dia masih memberikan peluang untuk masuknya kelebihan itu ke dalam bagian dari karamah.

Wajar, karena beda antara karamah dan kelebihan dari jin tipis saja. Keduanya sama-sama kelebihan. Kelebihan yang dimiliki bisa jadi sama persis. Tetapi ada ciri jelas untuk mengetahui apakah bisikan itu adalah jin atau karamah. Karamah tidak bisa diulang-ulang sesuai dengan kemauan dari pemiliknya. Karena karamah itu murni hadiah dari Allah. Jadi, kalau ada orang yang selalu bisa menolong dengan bisikannya kepada setiap orang yang datang maka itu adalah sihir.

Seorang Tabi’in yang pernah mempunyai karamah seperti mukjizatnya Nabi Ibrahim, yaitu tidak mempan dibakar, hanya diberikan Allah sekali itu saja. Setelah peristiwa heboh itu, beliau kembali takut panasnya api. Manusiawi, karena api memang panas dan dia tidak bisa mengulang kebehatannya tahan terhadap panasnya api.

 

Jin menjerumuskan pelan-pelan

Pada mulanya biasa saja. Bisikan di hati Sulis juga awalnya biasa, bukan untuk mengobati. Tetapi lama-lama, jin yang “dipelihara” itu merasa senang dan membisikkan bisikan yang lebih mengikat. Yaitu bisikan untuk mengobati dan menebak. Sehingga si orang itu merasa bangga karena mempunyai kelebihan yang disaksikan oleh orang banyak.

Sampai di sini, belum banyak kebohongan jin yang terungkap. Begitu ibunya sendiri sakit, Sulis yang mampu mengobati orang lain itu tidak sanggup mengobati ibunya. Ujung-ujungnya jin mencoba mengelak, bahwa penyakit ibunya adalah penyakit medis. Padahal selama Sulis mengobati dan sebagaimana orang-orang pintar yang lain selalu tampil bisa mengobati sampai pada masalah medis sekalipun. Memang begitu lah sang pendusta.

Di Majalah Ghoib, beberapa kasus ruqyah ada yang sejenis. Di mana seseorang yang mempunyai kelebihan ternyata tidak sanggup menjadi solusi bagi dirinya sendiri. Entah bagaimana mencerna masalah itu, tetapi di sini kebohongan jin itu mulai nampak.

Sulis bersyukur, jin yang sering membantunya dengan bisikan-bisikan belum menariknya jauh ke dunia yang lebih menyesatkan. Allah cepat menyadarkan Sulis bahwa jin itu harus dikeluarkan. Ruqyah Islami dilakukan. Dan jin pun terusik dengan ayat-ayat Allah. 

Kamis, 07 Januari 2021

Tobatnya Sang Intelejen

 

Suraqah bin Malik Al-Madlaji

Suatu pagi di kota Makkah. Para pembesar Quraisy hampir serentak bangun dari tidurnya. Mereka bangun sambil marah-marah dan saling menyalahkan. Betapa tidak, Muhammad buronan mereka yang semalaman diintai dan diincar, lolos dari kepungan. Padahal mereka tinggal menunggu saat yang tepat untuk melakukan pembunuhan yang sudah terencana dengan sangat rapih.

Merekapun seperti kebakaran jenggot melihat gagalnya rencana besar mereka. Serta merta mereka mendatangi kediaman Abu Bakar Ash-Shiddiq yang menjadi shahabat terdekat Muhammad, namun yang didapati hanya Asma’ putri Abu Bakar. Mendengar jawaban ketidaktahuan keberadaan Abu Bakar dan Muhamad, Asma pun mendapat tamparan keras dipipinya. Selanjutnya para kafir Quraisy ini sepakat melakukan pengejaran yang mereka yakini bahwa buronan mereka pasti belum jauh kaburnya.

Dengan pengalaman dan pengenalan medan yang sempurna mereka atur strategi pengejaran sehingga hampir dipastikan tidak ada tempat yang luput dari pencarian mereka. Dengan amarah yang sudah sampai ubun-ubun mereka pacu kuda-kuda mereka, tekad mereka bulat menangkap Muhammad hidup atau mati.

Ketika para pengejar ini tiba di sekitar Gua Tsur, mereka berhenti dan ingin memeriksa wilayah itu dengan seksama. Mereka yakin bahwa Muhammad tidak akan sampai lebih jauh dari wilayah ini. Mereka pun menyebar dan menyisir wilayah itu.

Sementara itu Muhammad bersama shahabat setianya tengah bersembunyi di dalam Gua Tsur. Tampak Muhammad dengan tenang istirahat tidur di pangkuan Abu Bakar karena kelelahan. sedangkan Abu Bakar tampak khawatir, kaki-kaki para pencari jejak tampak jelas lalu lalang di mulut gua. tidak terasa air matanya mengalir dan menetes jatuh di muka Rasulullah. Rasulullah pun terbangun dan bertanya, “Mengapa engkau menangis, wahai Abu Bakar?”.

“Demi Allah, bukannya saya khawatir akan jiwa saya. Namun bagaimana jika hal ini terjadi pada Anda. Seandainya mereka menengok di tempat kaki mereka berpijak niscaya mereka akan melihat kita.” jawab Abu Bakar.

“Jangan takut, wahai abu Bakar. Sesungguhnya Allah bersama kita.” kata Nabi menenangkan hati shahabatnya. Allah pun menenangkan hati Abu Bakar.

Adapun para pencari jejak merasa putus asa setelah sekian lama mencari namun hasilnya nihil. Abu Jahal yang turut dalam rombongan itu berkata,”Demi Lata dan Uzza, saya yakin Muhammad ada di sekitar kita dan mendengar suara kita, tapi sihir Muhammad menahan penglihatan kita.”

Rabu, 05 Agustus 2020

Sehat Selalu Dengan Madu

 

Khasiat dan manfaat madu hampir diakui oleh semua pakar kesehatan baik ahli pengobatan timur maupun barat. Manfaat madu diakui bukan hanya sebagai zat penambah energi dan penjaga stamina tapi juga bisa sebagai obat berbagai macam penyakit.

Madu merupakan salah satu produk yang dihasilkan lebah selain royal jelly, pollen, dam malam (lilin). Walaupun tingkat khasiatnya di bawah royal jelly namun khasiatnya tidak kalah besar. Dalam kitab At-Tibb An-Nabawi (Pengobatan cara Nabi) disebutkan bahwa madu juga sangat direkomendasikan oleh Rasulullah sebagai obat berbagai penyakit dan sebagai penambah stamina tubuh.

Para ahli meneliti bahwa selain khasiat madu secara umum, secara spesifik madu mempunyai khasiat berbeda sesuai dengan nektar masing-masing lebah. Nektar adalah jenis bunga yang menjadi makanan bagi lebah.

Jenis bunga yang biasanya menjadi nektar lebah antara lain: bunga kapuk randu, bunga karet, bunga kopi, bunga klengkeng, bunga durian, bunga rambutan, apel, mangga, jambu air, kaliandra, mahoni, dan lain-lain.

Dalam AlQuran Allah SWT juga menyebutkan bahwa apa yang dihasilkan oleh An-Nahl (Lebah) ini merupakan obat. Keistimewaan lebah penghasil madu ini sendiri merupakan pelajaran dan hikmah besar bagi mereka yang mau berpikir. Cara kehidupannnya yang unik dan makanannya selalu dari yang baik-baik dan berkualitas menjadikan apa yang dikeluarkan dari perutnya pun mempunyai khasiat yang tinggi.

Lebah adalah serangga mungil yang tidak mampu berpikir. Akan tetapi mereka mampu menyelesaikan sejumlah pekerjaan besar yang tak terbayangkan sebelumnya. Setiap pekerjaan tersebut membutuhkan perhitungan dan perencanaan khusus. Sungguh mengagumkan bahwa kecerdasan dan keahlian yang demikian ini ada pada setiap ekor lebah. Namun, yang lebih hebat lagi adalah ribuan lebah bekerjasama secara teratur dan terencana dalam rangka mencapai satu tujuan yang sama, dan mereka melaksanakan bagian pekerjaan mereka masing-masing secara penuh dan sungguh-sungguh tanpa kesalahan sedikitpun.

Kesulitan terbesar dalam pengorganisasian sekelompok orang untuk bekerja secara bersama adalah penyiapan jadwal kerja serta pembagian tugas dan tanggung jawab. Dalam sebuah pabrik, misalnya, terdapat struktur jabatan yang rapi di mana para pekerja melapor pada mandor, para mandor melapor pada insinyur, para insinyur melapor pada manajer pelaksana dan para manajer pelaksana melapor pada manajer umu

Minggu, 05 Juli 2020

Agar Terhindar dari Bahaya Kelaparan


Doa Matsur 


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الصَّمَمِ وَالْبُكْمِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ مَوْتِ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ،  وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ مَوْتِ الْهَدَمِ، وَأُعُوْذُ بِكَ مِنْ مَوْتِ الْجُوْعِ فَإِنَّهُ بِئْسَ اْلفَجِيْعِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنهَّاَ بِئْسَتِ اْلبِطَانَةِ


(Alloohumma innii a’uudzubika minas shomami wal bukmi. Wa a’uudzubika min mautil maktsami wal maghrom. Wa a’uudzubika min mautil hadam. Wa a’uudzubika min mautil juu’i fainnahu biksal fajii’. Wa a’uudzubika minal khiyaanati fainnahaa biksatil bithoonah.)

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlendung kepada-Mu dari kebutaan dan ketulian. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kematian yang penuh dosa dan hutang. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati akibat reruntuhan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena kelaparan, karena itu adalah seburu-buruk bencana. Dan aku berlidung kepada-Mu dari pengkhianatan, karena itu adalah seburuk-buruk teman.”


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ -رضي الله عنه- قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ الله -صلى الله عليه وسلم- يَدْعُوْ: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الصَّمَمِ وَالْبُكْمِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ مَوْتِ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ،  وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ مَوْتِ الْهَدَمِ، وَأُعُوْذُ بِكَ مِنْ مَوْتِ الْجُوْعِ فَإِنَّهُ بِئْسَ اْلفَجِيْعِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخِيَانَةِ فَإِنهَّاَ بِئْسَتِ اْلبِطَانَةِ. (رواه الهيثمي)

Abu Hurairah berkata, “Rasulullah pernah berdo’a: ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlendung kepada-Mu dari kebutaan dan ketulian. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kematian yang penuh dosa dan hutang. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati akibat reruntuhan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena kelaparan, karena itu adalah seburu-buruk bencana. Dan aku berlidung kepada-Mu dari pengkhianatan, karena itu adalah seburuk-buruk teman.” (HR. al-Haitsami dalam Kitab az-Zawaid: 2/ 959).

Selasa, 09 Juni 2020

Bekam Jakarta Pusat


"DETOX vs BEKAM”
Detox
Detoksifikasi alias detox adalah cara untuk membersihkan tubuh dari racun. Diet detoksifikasi mengharuskan Anda melakukan hal tertentu dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan untuk membersihkan tubuh dari racun lingkungan dan makanan yang ada dalam tubuh. Detoksifikasi bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang melakukannya dengan hanya mengonsumsi jus sayur dan buah, dan ada juga yang melakukannya dengan cara yang lebih mudah, seperti menghindari diri dari konsumsi makanan yang mengandung gula, garam, kafein, dan alkohol.
Anda yang biasanya mengonsumsi makanan yang tidak sehat mungkin akan merasa lebih baik setelah melakukan detoksifikasi ini. Tubuh Anda akan terasa seperti ada perbaikan, lebih muda, dan lebih berenergi. Mungkin dengan melakukan detoksifikasi ini, Anda juga akan kehilangan beberapa kilogram berat badan Anda. Namun, jika berat badan Anda sudah turun dan berada dalam kisaran yang normal, sebaiknya Anda pertahankan dengan tetap mengadopsi pola hidup sehat.
Bekam

Sabtu, 09 Mei 2020

Keghaiban Turunnya Malaikat




تَنَزَّلُ الْمَلاَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِّنْ كُلِّ أَمْرٍ


“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril
dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.” (QS. al-Qadr: 4).

Malaikat adalah makhluk Allah yang telah Dia ciptakan dari cahaya. Malaikat termasuk makhluk ghaib yang tidak bisa dilihat wujud aslinya oleh manusia, kecuali para nabi dan rasul yang dikehendaki Allah. Walaupun mata kita belum pernah melihatnya secara nyata, tapi kita sebagai seorang mukmin wajib mengimani keberadaannya. Malaikat itu ada, karena keberadaannya telah dikabarkan Allah dan Rasul-Nya, melalui al-Qur’an dan as-Hadits yang telah sampai di tangan kita.
Dan yang kita maksud dari turunnya malaikat dalam pembahasan ini adalah turunnya mereka pada malam keagungan (lailatul qadri) yang nilainya di sisi Allah lebih baik daripada seribu bulan. Sebagaimana yang diinformasikan oleh al-Qur’an, bahwa pada malam itu para malaikat turun dari langit atas perintah Allah, lalu mereka berjejal dan menyesaki bumi ini.

Turunnya Malaikat ke Bumi
Para malaikat Allah sangat banyak sekali jumlahnya, dan tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa jumlah mereka sebenarnya. Hanya Allah yang Maha Mengetahui berapa kuantitas para malaikat, baik yang ada di bumi bersama manusia maupun yang ada di langit sana.
“Dan tidak ada yang mengetahu tentara Rabbmu (Tuhanmu) kecuali Dia sendiri.” (QS. al-Muddatstsir: 31).

Selasa, 05 Mei 2020

Keghaiban Nuzulul Qur’an




شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْ أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda
(antara yang hak dan yang bathil)…
(QS. al-Baqarah: 185).

Ternyata al-Qur’an sebagai kitab suci yang selama ini telah menjadi pedoman hidup kita turunnya pada bulan Ramadhan, tepatnya pada malam keagungan atau malam lailatul qadr. Bukankah lailatul qadr itu adanya di sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan? Sebagaimana yang banyak diberitakan oleh Rasulullah dalam banyak haditsnya yang shahih. Lalu kenapa kita selalu memperingati peringatan turunnya al-Qur’an pada tanggal 17 Ramadhan? Apakah ada kesalahan referensi sehingga antara keduanya itu terjadi tulalit? Inilah salah satu permasalahan yang akan kita urai pada tema ini.

Tahapan Proses Penurunan al-Qur’an

Selama ini kita memahami bahwa turunnya al-Qur’an dari Allah kepada Rasulullah terjadi hanya dengan satu proses. Yaitu Allah menurunkan al-Qur’an secara bertahap kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Padahal sebenarnya tidaklah seperti itu. Al-Qur’an diturunkan melalui dua kali proses penurunan.
Pertama, Al-Qur’an diturunkan oleh Allah dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah (di langit dunia) secara keseluruhan dan sekaligus, dan itu terjadi pada waktu lailatul qadr. Kedua, Malaikat Jibril atas perintah Allah menurunkan al-Qur’an dari Baitul ‘Izzah kepada Rasulullah secara berangsur dan dalam jangka waktu yang cukup lama, yaitu 23 tahun. 13 tahun di Makkah dan sekitarnya, dan 10 tahun lagi di Madinah dan sekitarnya.

Sabtu, 02 Mei 2020

Keghaiban Pahala Puasa




عَنْ أَبِيْ صَالِحٍ الزَّيَّاتِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ -رَضِي اللَّه عَنْه- يَقُولُ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: قَالَ اللَّهُ: كُلُّ عَمَلِ
ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ ... (رواه البخاري ومسلم)

Dari Abu Shalih az-Zayyat, ia telah mendengar Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda bahwa Allah telah berkata, ‘Setiap amal ibadah anak cucu Adam itu untuknya, kecuali puasa. Karena (puasa) itu untuk saya, dan saya sendiri yang akan membalasnya…’.” (HR. Bukhari, no. 1771. Muslim, no. 1942).

Suatu ibadah kaitannya sangat erat dengan pahala dan dosa. Bagi siapa saja –laki atau perempuan- yang melaksanakan ibadah kepada Allah secara benar, maka ia akan mendapatkan pahala dari Allah sebagaimana yang telah Dia janjikan. Dan siapa saja yang meninggalkan ibadah yang telah Allah perintahkan, maka ia akan mendapatkan dosa dan siksa yang pedih dari Allah sebagaimana yang Dia ancamkan.

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتَ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَـئِكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يُظْلَمُوْنَ نَقِيْراً

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS. an-Nisa’: 124).
Dan ibadah yang dilakukan oleh seorang mukmin atau mukminah, tidak akan diterima oleh Allah dan tidak akan dibalas dengan pahala yang dijanjikanya, kecuali bila ibadah itu memenuhi dua syarat pokok. Pertama, ibadah itu dilaksanakan sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah. Sebagaimana yang disabdakan rasulullah dalam haditsnya.
Rasulullah bersabda.

عَنْ عَائِشَةَ -رَضِي اللَّه عَنْهَا- قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ، فَهُوَ رَدٌّ. (رواه البخاري)

Aisyah berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa mengadakan sesuatu yang baru dalam perkara kami ini (ibadah) yang tidak ada tuntunannya, maka ia tertolak.” (HR. Bukhari, no. 2499).
Dalam riwayat lain.

عَنْ عَائِشَةَ -رَضِي اللَّه عَنْهَا- أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ. (رواه مسلم)  

Aisyah berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa melakukan amal ibadah yang tidak kami perintahkan, maka ia tertolak.” (HR. Muslim, no. 3243).

Jumat, 03 April 2020

Kado Jin dari Suami di Malam Pertama



Gerbang pernikahan begitu sakral. Selayaknya disikapi dengan dewasa. Bukan hanya mau menang sendiri, tanpa sudi mengindahkan hak pasangannya. Bila demikian, maka kebahagiaan rumah tangga hanya diangan-angan. Seperti kisah Sari, seorang ibu beranak dua. Ia menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib. Berikut petikannya.

Sebagai wanita, saya ingin mengurangi beban orangtua yang tinggal sebatang kara. Bapak telah meninggal sekian tahun yang lalu. Sementara ibu terbilang sudah tidak muda lagi. Umurnya sudah berkepala lima. Tahun 2000, saya memutuskan melamar kerja di sebuah perusahaan swasta. Meski saat itu sudah ada seorang pemuda yang berniat menyunting saya. Namanya Rian.
Lamaran saya untuk bekerja diterima. Dunia baru yang memang berbeda. Saya bertemu dan berinteraksi dengan orang dengan latar belakang yang beragam.
Sementara itu Rian, yang telah bertemu dengan ibu dan bibi, berniat untuk meminta restu kepada kedua orangtuanya di Pekalongan, Jawa Tengah. Selama ini, saya memang tidak pernah bertemu dengan Rian secara langsung. Saya hanya mengenalnya sebatas informasi dari orang lain. Meski demikian, sejujurnya saya yakin bahwa ia pemuda yang baik dan mampu menuntun istrinya.
Ketika dia main ke rumah, saya tidak ikut serta menemaninya. Niatannya untuk menikah, itu pun diutarakannya langsung di hadapan ibu dan bibi. Sementara saya hanya mendengarnya dari balik pintu.
Memang, saat itu Rian belum memberikan kepastian. Dia menggantung niatan nikah itu dengan restu orangtuanya. Hanya batasan waktu tiga bulan yang ia berikan. Bila tidak ada berita apapun darinya, maka saya bebas menikah dengan orang lain. Karena itu berarti ia tidak mendapatkan restu dari orangtuanya.
Waktu berlalu begitu cepat. Sementara kabar dari Rian belum juga datang. Dalam kondisi yang tidak menentu itu, salah seorang teman kantor menemukan celah untuk mendekati saya. Teman-teman biasa memanggilnya dengan Rizal, asal Sumatra. Nama lengkapnya Syahrizal. Selama ini Syahrizal diam-diam memperhatikan saya. Hal itu saya ketahui dari teman-teman. Meski sebenarnya kami satu kantor, tapi di gedung yang berbeda.
Entah darimana asalnya, Syahrizal mengetahui rencana pernikahan saya dengan Rian. Hingga dalam suatu kesempatan dia memojokkan saya, "Sudah mau nikah ya?" tanyanya. Saya yang masih belum tahu ada apa di balik pertanyaan itu, menjawab apa adanya. "Iya, tapi nanti setelah lebaran."

Rabu, 26 Februari 2020

Terjerembab menjadi dukun


Andri (30 tahun):

Terjerembab menjadi dukun
(menipu banyak orang dengan jimat dan amalan)
Berbagai Penyakit Aneh Datang Menghantuinya

Hidup sukses adalah impian semua orang. Bekerja dengat giat di perantauan adalah salah satu kunci hidup sukses. Tapi siapa kira, bisa terjerembab menjadi seorang dukun yang banyak merugikan orang lain. Andri namanya. Sekitar satu tahun lebih. Andri berprofesi sebagai dukun yang menjual jimat-jimat palsu. Hatinya bergejolak, menekuni perbuatan terkutuk itu. Berbagi penyakit aneh datang menerpanya. Sampai akhirnya ia kembali ke jalan yang benar setelah penyakitnya dapat disembuhkan dengan terapi ruqyah. Didampingi seorang teman kantornya, Andri menuturkan kisahnya kepada Majalah Ghoib di Gunungpati, Semarang.

            Selepas lulus dari SMA (1996), seseorang datang menawarkan pekerjaan kepada saya.  Karena sedang menganggur, saya pun langsung tertarik. Sebagai pemuda desa, mendapatkan pekerjaan adalah sebuah kebanggaan. Apalagi orang itu menjelaskan, bahwa pekerjaan yang ditawarkannya bergerak di bidang pengobatan. Ia juga memperlihatkan beberapa buah jimat seperti: akik, keris, rajah dan lainnya. Ia bilang semua jimat tersebut untuk sarana pengobatan.  Terpikir oleh saya, jika memikili jimat-jimat tersebut, mungkin bisa digunakan untuk menolong warga di sekitar sini. Tanpa pikir panjang, saya menerima tawaran itu.. Kami pun segera berangkat….! Dengan segudang harapan, saya tinggalkan kampung halaman serta sanak saudara tercinta. Orangtua yang selama ini memberikan kasih sayang, dengan berat hati juga harus saya tinggalkan, demi mencari sesuap nasi. Sambil memandangi sawah yang terhampar hijau, terbayang, bagaimana keberhasilan beberapa ‘orang pintar’ di desa. Kehidupan mereka boleh dikatakan berkecukupan. Hal itulah yang juga ikut memotivasi saya, sehingga mau ikut bekerja dengannya. Dengan diiringi suara gemiricik sungai, kami berangkat ke kota Tegal.
            Sesampainya di kota Tegal. Saya diajak ke sebuah losmen yang letaknya tidak terlalu jauh dari alun-alun. Di sana telah menunggu 6 orang yang terlebih dahulu bergabung dalam pekerjaan tersebut. Jumlah kami jadi 8 orang. Kemudian kami saling berkenalan. Saat itu, saya belum mengerti benar, apa sebenarnya pekerjaan yang akan saya lakukan. Sambil mereka-reka saya beristirahat sejenak.  Di dalam sebuah kamar, banyak terdapat rajah-rajah bertuliskan huruf-huruf Arab. Ada juga beraneka ragam batu akik.

Rabu, 15 Mei 2019

BAGAIMANA INTERAKSI KITA DENGAN RAMADHAN



Oleh: Dr. Atabik Luthfi, MA

“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana (hal itu) telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Satu kemudahan yang Allah berikan bahwa susunan ayat-ayat tentang puasa berada dalam satu surah secara berurutan, yaitu Surah Al-Baqarah ayat 183,184,185 dan 187. Kecuali ayat 186 yang berbeda kandungan pembahasannya. Namun keterkaitannya dengan puasa masih tetap kentara karena ayat ini mengisyaratkan kedekatan Allah dengan hamba-Nya.untuk diajak berkomunikasi melalui media doa. “Dan jika hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka katakanlah Aku dekat. Aku memenuhi permintaan orang yang meminta jika ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah ia memenuhi segala perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar senantiasa mendapat petunjuk.” Dan bulan Ramadhan adalah bulan dimana seseorang memperbanyak komunikasi dengan Allah. Karena doa seseorang yang berpuasa tidak akan ditolak oleh Allah, apalagi saat ia berbuka seperti yang ditegaskan oleh Rasulullah, “Doa orang yang berpuasa ketika ia berbuka tidak akan ditolak oleh Allah.” (HR. Ibnu Majah). Betapa puasa Ramadhan harus mendapat perhatian serius dari kita selaku orang-orang yang beriman dengan ayat ini.
            Perintah puasa dimulai dengan panggilan kehormatan kepada mereka yang masih mampu mempertahankan keimanannya. Panggilan akrab ini sebagai satu isyarat bahwa hanya mereka yang benar-benar beriman yang mampu melaksanakan puasa yang bisa mencapai target takwa. Karena puasa sudah menjadi kebutuhan dan tradisi manusia sepanjang zaman, muslim maupun non muslim. Jika puasa tidak bisa menghantarkan seseorang kepada derajat takwa, maka puasa itu masih sebatas memenuhi hajah basyariyah (kebutuhan manusiawi) seperti yang dilakukan oleh mereka yang berpuasa karena tuntutan kesehatan atau sebagainya. Inilah rahasia Allah mengawali pembahasan puasa dengan seruan yang ditujukan khusus (takhsish) kepada orang-orang yang beriman. Dan disinilah inti perbedaan antara puasa orang-orang yang beriman dengan puasa selain mereka.
            Perintah yang ditujukan khusus kepada orang-orang yang beriman, selain sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan Allah atas keimanan mereka, juga merupakan ujian atas keimanan. Mampukah dengan menjalankan puasa di bulan Ramadhan keimanan mereka meningkat mencapai derajat takwa. Panggilan takhsish ini mestinya bisa mengetuk hati kecil mereka untuk terpanggil melaksanakan perintah-perintah Allah.
            Ibnu Mas’ud radhiallau anhu mengemukakan satu kaidah tentang ayat-ayat yang dimulai dengan seruan “Hai orang-orang yang beriman”. Beliau menyatakan, “Jika kalian mendengar (atau membaca) firman Allah yang dimulai dengan ungkapan “hai orang-orang yang beriman” maka perhatikanlah dengan seksama. Karena setelah kalimat ini ada kebaikan yang dituntut dari kita untuk melakukannya atau keburukan yang diminta dari kita untuk menjauhinya.” Betapa banyak kebaikan dan manfaat yang bisa kita raih di bulan Ramadhan dengan keberkahannya.

Selasa, 26 Maret 2019

Tiga kali, aku nyaris diperkosa jin



Maria: (34 tahun) Ibu Rumah Tangga

Enam tahun lalu, aku menikah dengan seorang duda beranak satu. Sebut saja namanya Toni. Ia seorang pelaut. Waktu itu aku masih gadis. Usiaku baru 28 tahun. Untuk ukuran kehidupan kota besar seperti Jakarta, usiaku belum terlalu tua. Boleh dibilang masih belum terlambat menikah. Terlebih aku seorang wanita karir.
Aku bekerja di salah satu bank pemerintah. Sedemikian kuatnya keinginan untuk mengejar jabatan yang setinggi-tingginya, sampai terlintas dalam pikiran untuk tidak cepat-cepat menikah. Toh, tanpa bersuami pun aku dapat memenuhi kebutuhan hidupku. Begitulah prinsipku dulu. Meski tidak sedikit lelaki yang menyatakan cintanya, tapi aku enggan menanggapi mereka.
Suatu sore, telepon rumah berdering. Aku yang sedang asyik membaca tabloid dwi mingguan di sofa, dengan sedikit malas, bangkit mengangkat telepon. Rupanya, suara kakak di seberang sana. Suasana rumah menjadi ramai. Biasa, kalau sudah ngobrol di telepon, ada saja cerita lucu tentang Adit, keponakanku, yang berusia dua tahun.
Tiba-tiba Kakak nyeletuk, “Mar, mau nggak dikenalin dengan duda?” tanyanya dengan nada sedikit bergetar. Mungkin kakak takut menyinggung perasaanku.
“Duda?” tanyaku setengah tidak percaya. “Nggak ah,” tolakku. Sebagai gadis, otomatis, aku langsung menolak. Apalagi ia sudah memiliki satu anak, sementara istrinya pun masih tinggal sekota. Aku khawatir, kelak akan menjadi pergunjingan orang.
“Ya sudah, tidak apa-apa. Tapi besok bisa kan main ke toko? Kebetulan Adit besok minta diajak sekalian ke toko,” tanya kakak. Tanpa curiga apa-apa, aku menyanggupinya. Apalagi sudah tiga minggu, Adit tidak main ke rumah. Aku kangen dengan bicaranya yang cadel.
Minggu pagi, aku bergegas ke toko kakak di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Aku tidak sabar ingin bertemu dengan keponakanku. Ulahnya yang menggemaskan membuatku tidak ingin berlama-lama di rumah.

Pertemuan yang tidak terduga
Jarum jam sudah menunjuk angka sepuluh, ketika aku sampai di toko kakak. Kulihat Adit asyik berlarian di antara sela-sela stand toko ditemani seorang baby sitter. Kubelokkan langkahku ke arah Adit. Aku pun lebih senang menghabiskan waktu bersama Adit daripada di toko. Setelah satu jam bermain dengan Adit, aku baru menemani kakak menjaga toko. Sesekali ikut melayani pembeli yang melihat pakaian yang dipajang di etalase.

Selepas Dzuhur, kulihat ada tiga laki-laki yang masuk ke toko.  Tidak seperti pengunjung lainnya, mereka tidak begitu tertarik dengan pakaian yang ada. Mereka bahkan lebih senang berbincang-bincang dengan kakak. Aku yang sedang melayani pelanggan, diberi kode agar segera menemui kakak ketika sudah selesai melayani pelanggan.
Tanpa curiga sedikitpun, aku menghampiri kakak dengan tiga orang tamunya. “Maria,” kataku memperkenalkan diri. “Toni,” begitu kata salah seorang dari mereka menyebut nama.
Aku langsung teringat dengan obrolanku dengan kakak kemarin. Oh, ini rupanya yang namanya Toni. Seorang duda beranak satu yang hendak diperkenalkan denganku.
Saat itu, terus terang aku tidak begitu terkesan dengan penampilannya. Lusuh dan seakan terhimpit beban yang berat. Ia mengenakan baju berwarna merah. Sangat tidak serasi dengan warna kulitnya yang menghitam. Sepintas kulihat, ada kancing bajunya yang terlepas. Sementara pada sudut yang lain, bajunya sedikit robek. Itu pun dijahit dengan asal-asalan.
Bila Toni memang serius ingin berkenalan dengan seorang gadis, mengapa ia tidak memperhatikan penampilannya? Begitu pikirku dalam hati. Tapi biarlah, toh aku juga tidak berminat menjadi istrinya.  Aku pun ikut nimbrung dengan obrolan mereka.
Selang beberapa saat kemudian, Toni mengajak kami makan siang. Aku pun mengikuti mereka. Pekerjaanku yang mengajarkan untuk melayani pelanggan dengan baik, membuatku cepat akrab dengan Toni dan teman-temannya. Aku tidak merasa canggung atau kikuk, meski aku tahu maksud kehadiran mereka tak lain hanyalah memperkenalkanku dengan Toni.
Di sela-sela makan siang itu, Toni sempat menanyakan nomor teleponku, tapi aku enggan memberinya. Selama ini, aku tidak pernah memberikan nomor telepon kepada sembarang orang. Apalagi Toni yang nyata-nyata sudah menduda.

Sabtu, 05 Januari 2019

“Dengan Ilmu Metafisis, Saya Bisa Menyetir Sambil Tidur.”




Nama saya Drs.Basuki Abdur Rahman, SU. Saya lahir di Sragen, Solo Jawa Tengah, pada 21 Juni 1964. Pendidikan saya, SD dan SMP di Xaferius Katolik. Sementara SMA-nya saya masuk di SMAN I  Sragen. Selepas SMA saya melanjutkan kuliah di Universitas Gajah Mada Yogyakarta Fakultas MIPA  hingga tamat tahun 1989. Di tempat itu pula saya melanjutkan S2 Matematika, hingga tamat pada tahun 1996.

         Saya pernah terdaftar sebagai Dosen Mate­matika di 14 pergur­uan tinggi di Yogyakarta. Hing­ga akhirnya sekarang saya menjadi Dekan Fakultas MIPA Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Selama masa kuliah, saya menjadi salah satu aktifis Jamaah Shalahuddin UGM Yogya­karta.
Saya dilahirkan dalam lingkungan yang sangat jauh dari agama Islam. Bahkan keluarga saya, termasuk kedua orang tua saya tidak ada yang menjalankan shalat. Kehidupan mereka sarat dengan dunia klenik dan kemusyrikan, karena seti­ap ada masalah pasti larinya ke dukun, kemu­dian mempercayai nasehat dukun itu untuk ber­se­saji, mengadakan selamatan, kenduri dan sebagainya.
Saya sendiri ketika mau mengikuti ujian seko­lah, diajak oleh bapak saya pergi ke seorang dukun, sorang tua yang biasa disebut Mbah Fulan, di Sambirejo Sragen. Saya juga tidak tahu mau diapa­kan di sana, si Mbah itu itu bilang, “Kesini nak, saya bukakan pintu kecerdasanmu.”
Dari sejak kecil, saya terbiasa makan maka­nan yang haram, seperti makan daging babi, da­ging anjing, daging kucing dan sebagainya. Pernah ada seekor kucing yang suka makan anak ayam milik keluarga saya, maka setelah ketahuan oleh kakak-kakak saya, kucing itu segera diuber dan setelah ditangkap langsung disembe­lih dan dimakan rame-rame.
Saya mengenal shalat setelah saya kelas dua SMP. Padahal saya sekolah di SMP Xaferius Katolik. Saya tiba-tiba mendapatkan hidayah dari Allah, dengan ada keinginan untuk belajar shalat dari teman main saya Maryono yang masih duduk di kelas lima SD. Saya pun kemudian diajak belajar mengaji di langgar (surau) di kampung sebelah. Pada awalnya, saya minta dia untuk melakukan shalat di depan saya dan saya terus mengikutinya. Memang sejak saya melakukan shalat, banyak juga rintangan dari lingkungan keluarga yang tidak mengenal shalat, tetapi saya tetap melaku­kannya.
Meskipun saya sudah shalat, tetapi saya masih terbiasa makan daging anjing karena tidak tahu hukumnya, baru setelah saya ditegur oleh teman saya, kemudian saya tinggalkan.
Ketika saya mulai menginjak dewasa dan  saya sudah duduk di SMA, saya agak sedikit tertarik dengan ilmu tenaga dalam dan ilmu kebal atau tahan pukulan. Saya diajak oleh teman saya untuk ‘diisi ilmu’ tenaga dalam  dari sebuah aliran. Tidak usah saya sebutkan aliran apa. Waktu itu saya disuruh memakai sabuk saya yang sudah ‘diisi’ oleh guru saya. Kemudian ada teman yang disur­uh memukul saya dengan penuh emosi. Aneh­nya, saya merasa tidak ada pukulan yang mengenai tubuh saya dan teman saya itu pun terpental ke belakang. Kemudian giliran saya yang disuruh memukul dia.
Tetapi waktu itu juga saya ragu dengan ilmu tersebut. Maka dengan bismillah dan membaca do‘a, saya melayangkan pukulan saya ke tubuhnya. Dia pun langsung sempoyongan. Peristiwa itu menguat­kan saya untuk punya keyakinan bahwa ilmu semacam ini jelas tidak benar. Setelah itu saya pulang ke rumah dan saya gantungkan celana dan sabuk (ikat pinggang) di gantungan, tetapi malam itu malah diambil pencuri. Dan setelah itu saya tidak lagi belajar ilmu tenaga dalam.
Tetapi pengalaman seputar itu kembali ter­jadi ketika saya kuliah di UGM Yogyakarta, Fakultas MIPA, saya punya seorang teman kos. Pada suatu malam dia bilang kepada saya, “Bas, Kalau kamu mau lihat jin, coba lihat saja di tem­pat yang terang, kalau ada bayangan hitam, maka itu adalah jin. Tapi jangan takut, karena jin itu bisa kita manfaatkan untuk kepentingan terten­tu.” 

Jumat, 23 Maret 2018

Terpedaya Dukun Bertampang Kyai


Ustadz, saya pernah sakit kepala terasa ditusuk-tusuk jarum, dan berobat ke dokter sering kali tapi belum sembuh. Saya pernah mengundang seorang kyai, saat pengobatan dia mengeluarkan kawat dari dada dan kaki, tiga butir gabah dari dada. Dia memberi saya jimat, bambu kuning untuk dikubur di pekarangan rumah.
Setelah saya tahu kalau pakai jimat itu tidak boleh. Saya ragu, apakah dia dukun atau kyai? Lalu saya menggali jimat itu dan membuangnya. Tapi yang di belakang rumah tidak ketemu saat digali kembali. Kemana bambu tersebut? Sampai sekarang saya dibayang-bayangi dosa tersebut, terapi apa yang harus saya lakukan? Atas jawabannya, terima kasih.
Hamba Allah, Jatiwangi Majalengka Jawa Barat
Bismillah wal Hamdulillah, cerita Anda cukup detil, tapi maaf kami tidak bisa menampilkan isi surat Anda semuanya, karena terbatasnya ruang. Do’a dari redaksi dan pembaca Majalah Ghoib lainnya, semoga Allah segera menyembuhkan penyakit yang Anda derita. Aamiin.
Sudah banyak pembaca Majalah Ghoib yang mengadukan pengalaman yang serupa dan hampir sama dengan Anda, yaitu terpedaya oleh seorang dukun yang bertampang kyai. Bahkan di antara mereka ada yang tertipu secara materi dan immateri, terampas aqidah dan kehormatannya. Sungguh memilukan.
Maka dari itu, sudah seharusnya kita hati-hati terhadap praktik perdukunan yang menggunakan lebel Islam, dan menjauhi seorang dukun yang berbaju kyai. Jangan terpesona dengan penampilan, tapi lihatlah bagaimana cara dia melakukan pengobatan atau terapi. Kalau cara yang digunakan adalah cara perdukunan, maka ia adalah dukun, meskipun pakaiannya pakaian ulama’ atau kyai.
Tapi di sisi lain, kami juga turut bergembira karena Anda segera menyadari bahwa sosok yang dianggap kyai itu, ternyata hanyalah seorang dukun yang menyesatkan. Solusi yang Anda terima darinya selama ini adalah solusi syetan, dengan menggunakan sesajen kembang dan jimat-jimat produk syetan.

Senin, 22 Januari 2018

Putus Mata Rantai Ilmu Titisan

Bu Ramting tidaklah sendirian. Ada banyak kisah serupa yang kita temukan dari pasien ruqyah yang diterapi di Ghoib Ruqyah Syar'iyah. Para pasien itu tidak pernah mempelajari ilmu kesaktian dengan berbagai fariannya. Mereka juga tidak melakukan tirakatan, atau lelakon apapun.
Tapi mereka adalah korban. Ya, korban atas apa yang dilakukan oleh leluhur mereka yang pernah memperdalam ilmu kesaktian. Mereka dipaksa untuk menjadi penitisan jin yang mereka katakan sebagai khadam, tanpa dimintai persetujuan.
Mau atau tidak, mereka adalah pewaris ilmu titisan. Sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat oleh leluhur mereka. Itu adalah perjanjian dengan syetan yang ujung-ujungnya menyeret ke jurang kehancuran.
Menilik pada keseluruhan kisah, sesungguhnya kemampuan itu bukanlah karamah atau maunah, karena setelah menyembuhkan pasien patah tulang, justru salah satu keluarganya ada yang menjadi korban berikutnya. Mereka mengalami kecelakaan.
Keahlian itu adalah titisan dari leluhur Bu Ramting, yang diakuinya ahli urut. Masalahnya mengapa kemudian keluarganya menjadi tumbal? Bisa jadi karena ada persyaratan-persyaratan tertentu yang belum dilunasi. Sehingga syetan yang telah membantu Bu Ramting meminta ganti yang lain.
Menurut orang pintar lainnya, keahlian Bu Ramting pada akhirnya akan menitis pada anak-anaknya. Buktinya, sejak kecil, kedua anaknya bisa melihat makhluk ghaib yang tidak bisa dilihat orang lain. Dengan kata lain, pada diri kedua anaknya sudah ada jin yang menyertai mereka.
Keberadaan jin dalam diri manusia tidaklah menguntungkan manusia itu sendiri. Karena sejak semula mereka telah mengikrarkan diri sebagai musuh yang akan mengajak mereka ke dalam neraka. Bukalah lembaran al-Qur'an dalam surat al-Hijr ayat 34. Syetan berikrar, "Dan aku akan menyesatkan mereka semua."

Minggu, 10 Desember 2017

Strategi Busuk Iblis


  1. Strategi Busuk Iblis
Dalam menjalankan misinya, Iblis mempunyai strategi busuk. Kalau seorang hamba tidak bisa digelincirkan dengan cara terang-terangan dan langsung pada titik kemaksiatan, maka ia akan melakukan penggelinciran itu dengan bertahap, langkah demi langkah (step by step).
Allah mengingatkan kita agar waspada terhadap strategi busuk Iblis, “Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kalian dapat ditipu oleh syetan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ayah-ibumu (Adam dan Hawa) dari surga, ia menanggalkan pakaian dari keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.” (QS. al-A’raf: 27).
Inti ajakan iblis atau dakwah syetan adalah mengajak kepada kekufuran. Kalau sekiranya mangsanya itu bisa diajak kufur secara langsung atau terang-terangan, maka ia akan menyeru orang tersebut untuk kufur. Sebagaimana yang dilakukan manusia saat ia hendak mempengauhi sesamanya. Tapi kalau tidak bisa, maka mereka telah menyiapkan strategi lain yang samar alias halus dan tidak menyolok.
(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam’." (QS. al-Hasyr: 16).

Kalau obyek sasaran tidak bisa diajak maksiat atau kufur secara langsung, maka Iblis akan melakukan penggelinciran secara bertahap. Simaklah keterangan Rasulullah berikut yang menjelaskan strategi syetan untuk merusak iman seseorang.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ -رَضِيَ اللهُ عَنْهُ- قاَلَ: قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: يَأْتِيْ الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُوْلُ: مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ مَنْ خَلَقَ كَذَا؟ حَتَّى يَقُوْلَ مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ؟ فَإِذَا بَلَغَهُ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ وَلْيَنْتَهِ. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ)

Abu Hurairah berkata, Rasulullah bersabda, “Syetan akan selalu mendatangi salah seorang dari kalian seraya bertanya, ‘Siapa yang menciptakan ini?’ Siapa yang menciptakan ini?’ sampai pada pertanyaan: Siapa yang menciptakan Allah?” Barangsiapa yang mendapati dalam dirinya pertanyaan tersebut, maka berlindunglah kepada Allah (baca Isti’adzah), dan hendaklah menghentikannya (mengakhirinya).” (HR. Bukhari, no. 3034).

Rabu, 22 November 2017

SUDAHKAH ANDA BERBEKAM

OLEH. USTADZ AGUNG AL-MUMTAZY
Pembaca yang budiman,
Kita telah sama-sama mengetahui bahwa khasiat dan manfaat hijamah ( berbekam ) itu sangat agung baik di masa yang lalu, sekarang dan untuk masa yang akan datang. Mungkin telah ribuan bahkan jutaan kasus berbagai penyakit yang telah sembuh hanya dengan merutinkan terapi hijamah / bekamini. Mulai dari stroke, kanker, hipertensi, insomnia, vertigo, asamurat, kolesterol, gatal-gatal, dan lain-lain, semua bisa sembuh dengan terapi mukjizat ini. Dan uniknya lagi, terapi bekam ini telah diakui dan dipraktekan oleh seluruh para terapisnya di semua belahan dunia, baik muslim maupun non muslim.
Ketika kita telah merasakan nikmatnya melakukan terapi ini, kemudian timbul pertanyaan, “Kapan lagi saya harus dibekamya?” atau “Sebaiknya berapa lama lagi saya harus dibekam?” maka kami jawab, bahwa waktu yang terbaik untuk merutinkan berbekam adalah jarak antara satu hingga tiga bulan sekali, ini untuk pasien yang normal. Sedang untuk pasien dengan penyakit yang sudah agak kronis, maka kami sarankan untuk rutin berbekam dalam jarak waktu dua pecan sekali atau dalam sebulan hendaknya melakukan dua kali terapi bekam.
Sedangkan untuk tanggal dan hari terbaiknya bisa kita simak dari hadits-hadits berikut ini :
Dari Anas, bahwa Rasulullah SAW biasa berbekam pada akhda ‘ain dan tengkuk. Beliau berbekam pada tanggal 17, 19 dan 21 hijriyah (HR. Tirmidzi 51/Hasan)
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa berbekam pada tanggal 17, 19, 21 H maka itu akan menyembuhkan semua penyakit.” (HR. Abu Daud 3861/Hasan)

Rabu, 27 September 2017

Bekam (Al Hijamah): Cara Pengobatan Menurut Sunnah Nabi SAW

Diriwayatkan dari Said bin Jubair RA dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda:“Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara: minum madu, sayatan pisau bekam, dan sundutan besi panas, dan aku melarang umatku (menggunakan) pengobatan dengan besi panas”(HR. Al-Bukhari, dikeluarkan juga oleh Ibnu Majah, Ahmad dan Al-Bazzar)
Segala puji bagi Allah SWT, yang dengan kehendak-Nya Dia menurunkan penyakit dan juga obatnya. Shalawat dan salam kita haturkan kepada Rasulullah SAW yang telah mengajarkan kepada umatnya segala sesuatu yang bermanfaat, baik dalam perkara agama maupun dunia mereka, yang diantaranya adalah mengajarkan umatnya bagaimana cara menjaga kesehatan ruhani dan jasmani serta cara pengobatan dari beragam penyakit. Juga shalawat dan salam kita sampaikan kepada keluarga beliau, sahabat-sahabatnya serta siapa saja yang berjalan di atas jalan mereka hingga akhir zaman.
Dunia Pengobatan Umum
Dunia pengobatan semenjak dulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan manusia. Karena, sebagai makhluk hidup, manusia amatlah akrab dengan berbagai macam penyakit ringan maupun berat.Keinginan untuk berlepas diri dari berbagai penyakit itulah yang mendorong manusia berupaya menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengkonsumsi berbagai jenis tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkontaminasi, yang diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit tertentu, atau sistem pemijatan, akupuntur, pembekaman hingga operasi dan pembedahan.
Namun seiring dengan perkembangan peradaban manusia, budaya konsumerisme dan materialisme menggiring manusia mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang dianggap praktis, lezat dan penuh variasi. Sayangnya kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa produksi makanan semacam itu seringkali terpaksa menggunakan berbagai jenis bahan kimia berbahaya, sepertiborax,formalin, Rhodamin B dan Metanil Yellow(bahan pewarna sintetis), antibiotikkloramfenikol,dietilpirokarbonat,dulsin, nitrofurazondan berbagai bahan kimia yang amat merusak kesehatan. Orang yang sudah banyak mengkonsumsi berbagai jenis makanan berkomposisi kimia menjadi sering terserang penyakit komplikasi yang beragam. Sehingga obat-obatan yang diperlukan juga obat-obatan berkomposisi kimia berat.

Bukan rahasia lagi, pengobatan dengan bahan kimia sintetis (pengobatan barat/modern) mungkin dapat mengobati suatu penyakit, tetapi dapat juga menimbulkan penyakit bawaan yang lain sebagai bentukside effectburuk dari sifat bahan kimia. Satu penyakit dapat disembuhkan tetapi dapat muncul penyakit lain. Jadilah lingkaran setan yang tidak ada habisnya dalam dunia pengobatan modern. Ternyata mahalnya obat kimia sintetis bukan jaminan kesembuhan.